Langsung ke konten utama

Gunakan 12 Bahan Alami Penghilang Jerawat, Lebih Baik dari Krim Jerawat

Menggunakan bahan alami adalah cara terbaik untuk menghilangkan jerawat. Bahan alami ini mengandung anti-bakteri yang lebih ampuh dari obat jerawat buatan pabrik. Karena bahannya alami, jadi tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Lagi pula, beberapa dari bahan alami ini adalah makanan yang harusnya ada dalam menu makan sehari-hari.

Kalau Anda termasuk orang yang bersedia minum obat anti-jerawat dan suka mencoba-coba berbagai produk perawatan kulit untuk menyembuhkan jerawat, maka sekarang cobalah untuk mengganti obat dengan bahan-bahan alami.

Bahan alami ini mengandung anti-bakteri yang lebih ampuh dari obat jerawat buatan pabrik. Tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Bahan alami ini adalah makanan yang harusnya ada dalam menu makan sehari-hari.

Inilah 12 Bahan Alami Penghilang Jerawat

1. Madu murni
Kandungan anti-bakteri dalam madu menjadikan madu sebagai penghilang jerawat yang ampuh. Madu bisa menyerap kotoran dari kulit, melembapkan kulit, dan pilihan ideal untuk mereka yang memiliki kulit sensitif. Supaya mendapatkan manfaat terbaik, pastikan untuk menggunakan madu murni, bukan madu campuran.

Oleskan sedikit madu pada bagian kulit yang berjerawat, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan setiap hari agar jerawat cepat hilang. Bisa juga menggunakan madu sebagai masker wajah untuk merawat kulit wajah, melembapkan dan mencegah timbulnya jerawat.


2. Tomat
Tomat adalah sumber utama lycopene, yaitu anti-oksidan yang bisa melawan jerawat dan memperlambat proses penuaan kulit. Ada dua cara mudah untuk mendapatkan manfaat tomat, yaitu: Makan satu porsi tomat setiap hari bisa membuat kulit sehat dari dalam, dan yang kedua adalah dengan menggunakannya sebagai masker tomat.

Ambil satu irits tomat, lalu gosokkan pada bagian kulit yang berjerawat. Diamkan selama 15 menit, lalu bersihkan dengan air bersih. Gunakan masker tomat ini setiap hari agar jerawat cepat hilang. Masker tomat ini juga bisa menghilangkan bekas luka akibat jerawat jika digunakan secara rutin.


3. Kayu manis (cinnamon)
Kayu manis mengandung anti-bakteri, anti-oksidan, dan anti-radang sehingga mampu menghilangkan jerawat dan membersihkan bekas luka akibat jerawat. Minumlah satu gelas teh kayu manis setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatannya dari dalam.

Sementara untuk mengobati jerawat dari luar, ambillah satu sendok teh kayu manis bubuk lalu campur dengan sedikit madu atau air perasan lemon hingga membentuk adonan pasta. Oleskan adonan kayu manis pada bagian yang berjerawat, diamkan selama 5 menit, lalu bilas dengan air bersih.


4. Jahe
Agen anti-radang yang terdapat dalam jahe bisa membantu menghilangkan jerawat dan mencegah munculnya jerawat. Minum teh jahe setiap pagi sebelum makan untuk detoksifikasi tubuh dan kulit dari dalam. Teh jahe lebih enak kalau ditambah madu dan air lemon segar. Dengan tambahan madu dan lemon, maka proses detoksifikasi akan berjalan lebih efektif.

Jahe juga bisa digunakan sebagai obat luar. Caranya cukup dengan menumbuk atau memarut jahe, lalu tempelkan parutan jahe pada bagian kulit yang berjerawat. Biarkan selama 10 menit sebelum dibilas dengan air bersih.


5. Daun kemangi
Daun kemangi adalah herbal yang mengandung anti-bakteri dan anti-radang sehingga efektif untuk menghilangkan jerawat. Selain rasanya enak sebagai lalapan (atau salad), daun kemangi juga bisa digunakan sebagai obat luar untuk menghilangkan jerawat.

Caranya adalah: tumbuk atau blender segengam daun kemangi, lalu campur dengan madu murni hingga membentuk adonan pasta. Oleskan adonan pada bagian kulit yang berjerawat, diamkan selama 10 menit, lalu bersihkan dengan air bersih.


6. Peterseli (Parsley)
Selain daun kemangi, peterseli juga adalah tanaman herbal mengandung anti-bakteri dan anti-radang yang efektif untuk menghilangkan jerawat. Peterseli biasanya digunakan sebagai bumbu pada masakan. Masih banyak orang Indonesia salah mengira peterseli sebagai seledri, padahal parsley berukuran lebih kecil dan lebih keriting dibanding seledri. Sementara daun seledri lebih lebar dengan batang yang lebih besar.

Untuk menggunakan peterseli sebagai obat jerawat, caranya adalah: tumbuk segenggam peterseli, lalu campur dengan madu murni hingga membentuk pasta. Oleskan ke bagian yang berjerawat, diamkan selama 10 menit, lalu cuci dengan air bersih.


7. Cuka apel (apple cider vinegar)
Cuka apel mengandung anti-bakteri dan anti-jamur. Cara menggunakan cuka apel untuk mengobati jerawat sangat mudah, yaitu dengan mencampur 1 sendok cuka apel dengan 1 sendok air putih, lalu oleskan pada bagian kulit yang berjerawat. Tidak perlu dibilas dengan air setelahnya, anggap saja sebagai toner. Untuk memudahkan pengolesan, bisa menggunakan kapas atau cotton bud.

Ingat untuk selalu mencampur cuka apel dengan air dalam jumlah yang sebanding. Jangan langsung mengoleskan cuka apel ke kulit, karena kandungan asam pada cuka apel bisa menimbulkan iritasi terutama pada kulit kering dan kulit sensitif. Jadi campur dengan air dan gunakan seperlunya.


8. Lidah buaya
Lidah buaya adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam produk kosmetik, terutama produk anti-jerawat, karena lidah buaya mengandung anti-bakteri yang sangat kuat. Untuk mengobati jerawat dan perawatan kulit, lidah buaya lebih efektif digunakan secara langsung dan alami tanpa bahan tambahan apapun.

Caranya adalah dengan mengoleskan gel lidah buaya ke bagian kulit yang diinginkan, biarkan selama 15 menit, lalu bilas kulit dengan air bersih.


9. Tea tree oil
Minyak esensial tea tree oil memiliki kandungan anti-bakteri dan anti-jamur yang kuat untuk mengatasi masalah jerawat. Penggunaannya juga sangat mudah, cukup dengan mengoleskan sedikit tea tree oil ke bagian kulit yang berjerawat. Sebaiknya oleskan tea tree oil di malam hari sebelum tidur, kemudian bersihkan kulit wajah di pagi hari.


10. Minyak kelapa murni (virgin coconut oil)
Minyak kelapa murni, atau yang sering disebut VCO, mengandung anti-bakteri dan anti-jamur yang bisa membunuh bakteri penyebab jerawat. Asam lemak dari VCO dapat masuk ke dalam membran jamur dan menghancurkan jamur dari dalam. VCO juga bisa menyembuhkan iritasi kulit dan menghilangkan bekas luka akibat jerawat. Sifat VCO yang melembapkan membuat VCO aman digunakan oleh mereka yang memiliki kulit sensitif, bisa mengatasi gatal dan iritasi akibat kulit kering, serta mengatasi gejala eksim dan psoriasis.

Oleskan sedikit VCO ke bagian kulit yang berjerawat di malam hari sebelum tidur, lalu bersihkan pagi hari segera setelah bangun tidur. Bisa juga menggunakan VCO sebagai masker wajah selama 20 menit, kemudian bersihkan dengan air bersih. VCO juga bisa dicampur dengan madu murni, atau kayu manis bubuk untuk mengobati jerawat sekaligus sebagai masker wajah. Hasilnya, kulit lembut, bersih dan bebas dari jerawat.


11. Bawang putih
Kandungan anti-bakteri dan anti-jamur dalam bawang putih bisa membantu membersihkan jerawat. Untuk menggunakannya dari luar, caranya adalah: tumbuk 2 siung bawah putih, campur dengan satu sendok madu murni, lalu oleskan pada bagian kulit yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit, kemudian bersihkan dengan air.

Kalau tidak tahan dengan bau bawang putih mentah, maka perbanyaklah makan bawang putih goreng atau menambahkan bawang putih pada berbagai masakan. Selain bisa membersihkan kulit dari jerawat, bawang putih juga bagus untuk kesehatan tubuh.


12. Pepaya
Pepaya mengandung beta karoten yang bisa mengurangi peradangan dan membantu penyembuhan luka. Cara menggunakan pepaya untuk menghilangkan jerawat dari luar sangat mudah, yaitu hanya perlu menempelkan parutan atau irisan pepaya ke bagian kulit yang berjerawat selama 20 menit, lalu bersihkan dengan air. Pepaya juga bisa digunakan sebagai masker wajah untuk menghasilkan kulit yang lembap dan lebih cerah.


Jadi kenapa tidak mulai menggunakan bahan alami untuk menghilangkan jerawat?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan dan Kesuburan Rambut

Manfaat dan khasiat bawang merah untuk kesehatan, pengobatan, kecantikan dan kesuburan rambut serta mengatasi ketombe. Bawang Merah Bawang merah yang dalam bahasa latin disebut Allium ascalonicum L. merupakan tumbuhan dalam famili Alliaceae. Umbi yang dihasilkan tanaman ini digunakan oleh manusia sebagai bumbu masakan. Ada yang dihaluskan bersama bumbu lainnya maupun dijadikan bawang goreng sebagai pewangi dan penyedap masakan. Namun perlu diingat untuk tidak menyimpan irisan bawang merah lebih dari satu hari, karena bawang merah yang sudah dipotong merupakan tempat berkembang biaknya bakteri meskipun disimpan di lemari pendingin. Jadi, kalau bawang erah sudah diiris harus digunakan saat itu juga atau buang saja. Kandungan Bawang Merah: flavonglikosida (berfungsi sebagai antiradang, pembunuh bakteri, dan menurunkan panas) protein lemak kalsium fosfor Vitamin B1 dan C. Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Seperti bawang putih , selain digunakan sebagai bumbu dapur, bawang merah juga bi...

Manfaat Bunga Sepatu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Bunga sepatu atau kembang sepatu adalah tanaman bunga dengan ukuran besar, warna kelopak merah hingga keungu-unguan dan tidak beraroma. Kembang sepatu bernama Latin Hibiscus rosa-sinensis adalah tanaman semak yang kedatangannya diperkirakan para ilmuwan dari daerah tropis dan subtropis seperti negara-negara Asia Timur. Di beberapa daerah seperti Malaysia, kembang sepatu diberi julukan bunga raya dan diklaim sebagai bunga nasional Malaysia tepat tanggal 28 Juli 1980. Orang jawa pedalaman menamakan bunga sepatu dengan kembang worowari. Di daerah tropis, tanaman bunga sepatu dilestarikan dengan menenam dalam pot kemudian dijejerkan ke samping dalam sebuah rumah kaca (agar terkena sinar matahari) hingga benar-benar menghasilkan bunga. Kalau di kawasan subtropis berbunga sejak awal musim panas hingga musim gugur. Karena pesona keindahan fisik dari bunga kembang sepatu membuat tanaman ini lebih sering dijadikan tanaman hias. Jika Anda ingin menghias halaman rumah atau pintu masuk dengan bu...

Manfaat Bunga Rosella untuk Kesehatan

Manfaat bunga rosella sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Namun juga tidak sedikit yang belum pernah merasakan khasiatnya, hal itu dikarenakan di Indonesia belum terlalu banyak budidaya bunga rosella ini. Berbeda memang jikalau dibandingkan dengan teh hijau yang kini makin popular di Indonesia. Di negeri tetangga Malaysia, tanaman bunga Rosella ini sudah banyak yang memanfaatkan, mulai dari buah bunga rosella, daunnya, kelopak, serta bunganya sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Manfaat bunga yang memiliki nama latin Hibiscus sabdariffa ini banyak sekali. Mulai dari dibuat untuk makanan dan minuman seperti selai, teh, jeli, serta untuk campuran salad buah dan masih banyak yang lainnya. Bunga rosella dulunya berasal dari benua Afrika, hidup dari benih dan memiliki pohon dengan tinggi berkisar 4 meter. Pohon rosella sendiri termasuk dalam tanaman perdu. Apabila anda ingin menanam bunga rosella ini, cukup dengan menanam benih bunga rosella yang sudah kering, karena bisa dibila...