Langsung ke konten utama

Resep dan Tips Membuat Kembang Tahu

Bahan utama pembuatan kembang tahu adalah sari kedelai yang dibuat dari kedelai yang dihancurkan menjadi bubur dan dipisahkan dari ampas kedelai. Persentase protein yang terkandung dalam cairan sari kedelai yang akan digunakan harus berkisar antara 7–10% agar dapat membentuk lapisan kembang tahu.

Kembang tahu terbentuk dari protein kedelai yang menggumpal dan mengembang di permukaan cairan sari kedelai. Penggumpalan ini terjadi secara alami karena pemanasan pada suhu 70-100 derajat Celcius yang dilakukan secara terus menerus.

Gumpalan yang terbentuk akan naik ke permukaan cairan sari kedelai dan membentuk selaput tipis setiap 10 menit, kemudian berkerut karena tertiup angin. Setelah cukup tebal, selaput bisa diangkat untuk kemudian dijemur hingga kering.
Resep dan Tips Membuat Kembang Tahu
Resep dan Tips Membuat Kembang Tahu
Produk awetan kembang tahu memang bukan produk yang langsung dapat dikonsumsi, tapi merupakan produk setengah jadi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran masakan seperti cap cay, sup, dan lainnya.


Resep dan Tips Pembuatan Kembang Tahu Kering1)

Bahan membuat kembang tahu kering:
1 kg kedelai berkualitas,
15 gr natrium metabisulfit,
±5 liter air hangat
±10 liter air suhu ruangan

Cara membuat kembang tahu kering:
1. Cuci kedelai hingga bersih, rendam dalam air hangat. Simpan selama 24 jam.
2. Tiriskan kedelai yang sudah direndam.
3. Hancurkan kedelai hingga menjadi bubur sambil ditambahkan air hangat/panas.
4. Saring bubur kedelai hingga terpisah antara ampas dan sarinya. Haluskan ampas kedelai dengan blender (lakukan sebanyak 2 kali).
5. Rebus sari kedelai dengan api sedang hingga suhu 70 derajat Celcius. Suhu tersebut dipertahankan dengan mengatur besar kecilnya api hingga akhirnya terbentuk lapisan di permukaan yang makin lama makin tebal.
6. Setelah ketebalannya dianggap cukup, angkat dan tiriskan lapisannya. Lakukan terus menerus tiap 10 menit, karena lapisan kembang tahu akan terbentuk setiap 10 menit.
7. Kembang tahu yang telah ditiriskan direndam dengan melarutkan 15 gram natrium metabisulfit dan 10 liter air. Perendaman dilakukan selama 15 menit, lalu tiriskan.
8. Keringkan kembang tahu dengan dijemur atau dengan menggunakan mesin pengering yang diatur pada suhu 40-60 derajat Celcius. Pengeringan awal dilakukan hingga kembang tahu menjadi setengah kering. Kemudian dilipat dan dikeringkan kembali hingga benar-benar kering.
9. Kembang tahu yang sudah kering sempurna siap untuk dikemas.


Tips membuat kembang tahu kering:
1. Gunakan air hangat untuk membuat bubur kedelai,
2. Kedelai yang digunakan untuk pembuatan kembang tahu adalah jenis kedelai kuning,
3. Selama proses perendaman, air yang digunakan bisa diganti sebanyak 3 kali dengan air hangat dan waktu selama 24 jam, hal ini untuk mempermudah proses penghancuran kedelai menjadi bubur,
4. Penggilingan awal dilakukan dengan kecepatan tinggi. Untuk menonaktifkan enzim lipoksidase penyebab bau (langu) pada kedelai dapat ditambahkan air mendidih pada saat proses penggilingan,
5. Setelah ditiriskan selama 15 menit, bisa dilakukan pewarnaan. Caranya adalah dengan melarutkan pewarna dengan air mendidih. Setelah kembang tahu yang sedang ditiriskan menjadi agak dingin, celupkan kembang tahu hingga warnanya dianggap cukup. Angkat dan tiriskan kembali kembang tahu.
6. Natrium metabisulfit adalah salah satu dari bahan tambahan makanan berupa kristal putih dan berbau menyengat. Bahan ini digunakan untuk memutihkan kembang tahu agar tidak menjadi hitam saat dijemur.
7. Warna asli kembang tahu adalah coklat muda keabu-abuan, agar lebih menarik biasanya ditambahkan pemutih dan pewarna. Bentuk dan ukuran kembang tahu ditentukan oleh wadah yang digunakan, sedangkan ketebalan ditentukan oleh kadar protein yang terkandung dalam sari kedelai dan lama waktu pembentukan lapisan, makin lama akan makin tebal.
8. Pengemasan sebaiknya menggunakan plastik yang dikemas rapat, untuk melindungi produk dari berbagai cemaran seperti debu, kotoran, cairan, mikroba dan berbagai pengaruh lingkungan misalnya kelembaban udara.
9. Daya tahan kembang tahu ditentukan oleh kualitas kedelai dan kadar air. Pengeringan yang kurang sempurna sehingga kadar airnya masih tinggi akan menyebabkan produk mudah busuk dan ditumbuhi jamur.


Beberapa hal menarik tentang kembang tahu:
1. Tahu dan kembang tahu merupakan makanan khas Tiongkok. Tapi kembang tahu kering khas Indonesia berbeda dengan kembang tahu khas Tiongkok (tauhue).
2. Nama lain dari kembang tahu kering: Yuba, tofu skin, bean curd skin, bean curd sheet, dan bean curd robes.
3. Jenis kembang tahu yang dijual di pasaran: kembang tahu tipis atau ngohiong, kembang tahu tebal, kembang tahu batangan, dan kembang tahu simpul.
4. Ada ratusan variasi resep masakan dari kembang tahu kering, contohnya resep darii cookpad.com.



Referensi:
1) Resep: Hasil pengujian Prodi Tata Boga Jurusan TI Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan dan Kesuburan Rambut

Manfaat dan khasiat bawang merah untuk kesehatan, pengobatan, kecantikan dan kesuburan rambut serta mengatasi ketombe. Bawang Merah Bawang merah yang dalam bahasa latin disebut Allium ascalonicum L. merupakan tumbuhan dalam famili Alliaceae. Umbi yang dihasilkan tanaman ini digunakan oleh manusia sebagai bumbu masakan. Ada yang dihaluskan bersama bumbu lainnya maupun dijadikan bawang goreng sebagai pewangi dan penyedap masakan. Namun perlu diingat untuk tidak menyimpan irisan bawang merah lebih dari satu hari, karena bawang merah yang sudah dipotong merupakan tempat berkembang biaknya bakteri meskipun disimpan di lemari pendingin. Jadi, kalau bawang erah sudah diiris harus digunakan saat itu juga atau buang saja. Kandungan Bawang Merah: flavonglikosida (berfungsi sebagai antiradang, pembunuh bakteri, dan menurunkan panas) protein lemak kalsium fosfor Vitamin B1 dan C. Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Seperti bawang putih , selain digunakan sebagai bumbu dapur, bawang merah juga bi...

Manfaat Bunga Sepatu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Bunga sepatu atau kembang sepatu adalah tanaman bunga dengan ukuran besar, warna kelopak merah hingga keungu-unguan dan tidak beraroma. Kembang sepatu bernama Latin Hibiscus rosa-sinensis adalah tanaman semak yang kedatangannya diperkirakan para ilmuwan dari daerah tropis dan subtropis seperti negara-negara Asia Timur. Di beberapa daerah seperti Malaysia, kembang sepatu diberi julukan bunga raya dan diklaim sebagai bunga nasional Malaysia tepat tanggal 28 Juli 1980. Orang jawa pedalaman menamakan bunga sepatu dengan kembang worowari. Di daerah tropis, tanaman bunga sepatu dilestarikan dengan menenam dalam pot kemudian dijejerkan ke samping dalam sebuah rumah kaca (agar terkena sinar matahari) hingga benar-benar menghasilkan bunga. Kalau di kawasan subtropis berbunga sejak awal musim panas hingga musim gugur. Karena pesona keindahan fisik dari bunga kembang sepatu membuat tanaman ini lebih sering dijadikan tanaman hias. Jika Anda ingin menghias halaman rumah atau pintu masuk dengan bu...

Manfaat Bunga Rosella untuk Kesehatan

Manfaat bunga rosella sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Namun juga tidak sedikit yang belum pernah merasakan khasiatnya, hal itu dikarenakan di Indonesia belum terlalu banyak budidaya bunga rosella ini. Berbeda memang jikalau dibandingkan dengan teh hijau yang kini makin popular di Indonesia. Di negeri tetangga Malaysia, tanaman bunga Rosella ini sudah banyak yang memanfaatkan, mulai dari buah bunga rosella, daunnya, kelopak, serta bunganya sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Manfaat bunga yang memiliki nama latin Hibiscus sabdariffa ini banyak sekali. Mulai dari dibuat untuk makanan dan minuman seperti selai, teh, jeli, serta untuk campuran salad buah dan masih banyak yang lainnya. Bunga rosella dulunya berasal dari benua Afrika, hidup dari benih dan memiliki pohon dengan tinggi berkisar 4 meter. Pohon rosella sendiri termasuk dalam tanaman perdu. Apabila anda ingin menanam bunga rosella ini, cukup dengan menanam benih bunga rosella yang sudah kering, karena bisa dibila...