Langsung ke konten utama

Obat Tradisional Kurang Darah (Anemia)

http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/11/obat-tradisional-kurang-darah-anemia.html
Cara mengobati kurang darah atau anemia sebenarnya cukup simpel, yaitu dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi. Kandungan zat besi (Fe) sebenarnya cukup banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti hati, jantung, kuning telur, ragi, kerang dan kacang-kacangan.

Beberapa jenis buah-buahan juga kaya akan zat besi seperti aprikot, jeruk, bit hijau dan prume. Salah satu buah yang baik dikonsumsi oleh penderita anemia adalah jambu biji, karena mengandung vitamin B1, vitamin C, dan zat besi. Jambu biji dan jeruk termasuk buah yang mudah didapat.

Obat Tradisional Kurang Darah (Anemia)


Ada beberapa jenis tanaman obat yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi anemia. Tanaman tersebut terutama yang mengandung vitamin B12, misalnya jagung, bunga matahari, kedelai, dan kacang tanah. Sedangkan tanaman yang digunakan secara empiris untuk menangani anemia adalah bayam duri, tapak liman, lempuyang wangi, daun kacang panjang, dan kacang hijau.

Berikut ini beberapa resep tanaman obat tradisional untuk mengatasi anemia atau kurang darah:

Bayam duri

Bayam duri (Amaranthus spinosus L.) mengandung banyak zat besi, garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Kandungan lainnya, amarantin, kalium nitrat, dan piridoksin.

Ambil setengah genggam bayam duri. Cuci bersih, lalu giling halus. Selanjutnya, tambahkan setengah cangkir air matang. Setelah diperas dan disaring hanya untuk diambil airnya, tambahkan satu kuning telur ayam dan 1 sdm madu. Aduk campuran itu hingga rata. Ramuan tersebut untuk sekali minum, dilakukan 2x sehari.

Tapak liman

Tapak liman (Elephantopus scaber) mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Hasil penelitian menyebutkan kandungan zat besi pada akar dan daun tanaman tapak liman, kadar zat besi dalam akar sebesar 45,4 mg% dan pada daun 30,2%.

Ambil tiga batang tapak liman, cuci, lalu rebus dengan 3 gelas minum sampai airnya tinggal tiga perempatnya. Setelah dingin saring, lalu tambahkan madu secukupnya. Ramuan ini untuk sekali minum. Dalam sehari dianjurkan minum 2x.

Lempuyang wangi

Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), tumbuh liar di hutan-hutan jati. Hasil penelitian pada kelinci menunjukkan ada peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit setelah kelinci diberi infus rimpang lempuyang wangi selama 16 hari.

Ambil ½ jari rimpang lempuyang wangi. Setelah dicuci dan dipotong seperlunya, rebus dengan air sebanyak 4 ½ gelas minum hingga tinggal kira-kira setengahnya. Sesudah dingin saring dan tambahkan madu seperlunya. Ramuan ini juga untuk sekali minum. Minum 2x sehari.

Daun kacang panjang

Bahan lain yang bisa dipakai untuk mengatasi anemia adalah daun kacang panjang (Vigna sinensis).

Cuci bersih setengah genggam daun kacang panjang, lalu diasapkan sebentar. Konsumsilah sebagai urap pada saat makan. Sebaiknya dikonsumsi 2x sehari.

Kacang hijau

Obat tradisional anemia yang mudah didapat tentu saja kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Kacang hijau mengandung vitamin B1, B12, dan niacin.

Sediakan 1 cangkir kacang hijau. Setelah dicuci, campur dengan 2 gelas minum air, rebus hingga tersisa sekitar ¾-nya. Setelah suam-suam kuku, minumlah air rebusan itu. Lakukan itu 2x sehari.

Nah, itulah beberapa ramuan tradisional untuk mengatasi anemia alias kurang darah. Selain menggunakan pengobatan tradisional imbangi juga dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah. Dan satu lagi, biasakan gaya hidup sehat mulai dari sekarang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan dan Kesuburan Rambut

Manfaat dan khasiat bawang merah untuk kesehatan, pengobatan, kecantikan dan kesuburan rambut serta mengatasi ketombe. Bawang Merah Bawang merah yang dalam bahasa latin disebut Allium ascalonicum L. merupakan tumbuhan dalam famili Alliaceae. Umbi yang dihasilkan tanaman ini digunakan oleh manusia sebagai bumbu masakan. Ada yang dihaluskan bersama bumbu lainnya maupun dijadikan bawang goreng sebagai pewangi dan penyedap masakan. Namun perlu diingat untuk tidak menyimpan irisan bawang merah lebih dari satu hari, karena bawang merah yang sudah dipotong merupakan tempat berkembang biaknya bakteri meskipun disimpan di lemari pendingin. Jadi, kalau bawang erah sudah diiris harus digunakan saat itu juga atau buang saja. Kandungan Bawang Merah: flavonglikosida (berfungsi sebagai antiradang, pembunuh bakteri, dan menurunkan panas) protein lemak kalsium fosfor Vitamin B1 dan C. Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Seperti bawang putih , selain digunakan sebagai bumbu dapur, bawang merah juga bi...

Manfaat Bunga Sepatu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Bunga sepatu atau kembang sepatu adalah tanaman bunga dengan ukuran besar, warna kelopak merah hingga keungu-unguan dan tidak beraroma. Kembang sepatu bernama Latin Hibiscus rosa-sinensis adalah tanaman semak yang kedatangannya diperkirakan para ilmuwan dari daerah tropis dan subtropis seperti negara-negara Asia Timur. Di beberapa daerah seperti Malaysia, kembang sepatu diberi julukan bunga raya dan diklaim sebagai bunga nasional Malaysia tepat tanggal 28 Juli 1980. Orang jawa pedalaman menamakan bunga sepatu dengan kembang worowari. Di daerah tropis, tanaman bunga sepatu dilestarikan dengan menenam dalam pot kemudian dijejerkan ke samping dalam sebuah rumah kaca (agar terkena sinar matahari) hingga benar-benar menghasilkan bunga. Kalau di kawasan subtropis berbunga sejak awal musim panas hingga musim gugur. Karena pesona keindahan fisik dari bunga kembang sepatu membuat tanaman ini lebih sering dijadikan tanaman hias. Jika Anda ingin menghias halaman rumah atau pintu masuk dengan bu...

Manfaat Bunga Rosella untuk Kesehatan

Manfaat bunga rosella sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Namun juga tidak sedikit yang belum pernah merasakan khasiatnya, hal itu dikarenakan di Indonesia belum terlalu banyak budidaya bunga rosella ini. Berbeda memang jikalau dibandingkan dengan teh hijau yang kini makin popular di Indonesia. Di negeri tetangga Malaysia, tanaman bunga Rosella ini sudah banyak yang memanfaatkan, mulai dari buah bunga rosella, daunnya, kelopak, serta bunganya sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Manfaat bunga yang memiliki nama latin Hibiscus sabdariffa ini banyak sekali. Mulai dari dibuat untuk makanan dan minuman seperti selai, teh, jeli, serta untuk campuran salad buah dan masih banyak yang lainnya. Bunga rosella dulunya berasal dari benua Afrika, hidup dari benih dan memiliki pohon dengan tinggi berkisar 4 meter. Pohon rosella sendiri termasuk dalam tanaman perdu. Apabila anda ingin menanam bunga rosella ini, cukup dengan menanam benih bunga rosella yang sudah kering, karena bisa dibila...